Kickfest Bandung 2009

Setelah penantian panjang tahun ini akhirnya Bandung akan menutup rangkaian event Kickfest tahun ini! Bersiaplah akan banyak brand baru dan tentunya band-band baru yang akan memeriahkan Kickfest Bandung tahun ini.

Sekarang, apakah Anda sudah siap menjadi bagian dari ajang clothing expo Indonesia yang tentunya sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta brand lokal? Indonesia memang penuh dengan sumber aspirasi dan kreatifitas anak muda. Sasana Budaya Ganesha Bandung 20-22 November ini akan dipenuhi lebih dari 130 pejuang brand clothing Indonesia dan tentunya pahlawan-pahlawan musik Indonesia! Selamat hari Pahlawan! Dukung terus perjuangan industri clothing lokal dan musisi tanah air.

Sasana Budaya Ganesha, Bandung
20-22 November 2009
performances by:
The S.I.G.I.T., Koil, C.U.T.S., Alone At Last*, The Brandals, Goodboy Badminton, The Paps, Inspirational Joni, Angsa & Serigala, Aftercoma, and many more...

The Unloving Scene - Single Ready for Download

Tracklist:

01. The Unloving Scene
02. The Soloist
03. Seven Years (Saosin Cover)

Band: Red-Letter Day
Album: The Unloving Scene - Single
Type: Demo (live recording)
Released year: 2009
Genre: Indie/Rock/Alternative
Quality: 256 KBps (VBR)
Download here: Mediafire

"The Unloving Scene" adalah album single rekaman live iseng-iseng dari Red-Letter Day. Single ini direkam di Smooth Studio, Bandung, pada tanggal 1 November 2009, berisi lagu-lagu demo yaitu "The Unloving Scene", "The Soloist", dan lagu cover Saosin yang legendaris "Seven Years". Lagu "The Unloving Scene" bercerita tentang kisah cinta yang harus berakhir cepat dengan pengumpamaan seperti jatuh cinta di situs bom (pada lirik, "it was love at the bomb site"), yang bisa disiratkan seperti: baru aja jatuh cinta, udah di-bom, mati deh gua. Baru aja mau mulai, udah abis, bedebah memang. Sedangkan lagu "The Soloist" bercerita tentang seseorang yang berpikir dan bekerja demi kemajuan suatu kelompok tertentu, namun pada akhirnya ia disalahkan dan tidak dihargai oleh kelompoknya tersebut. Sedangkan "Seven Years" itu artinya "tujuh tahun" lagunya ga tau tentang apa (orang yang bikinnya juga bukan kami).

Kami harap kalian menikmati lagu-lagu kami meskipun hanya sebuah demo live recording, dan terimakasih sekali jika bisa mendengar komentar, kritik, saran, uneg-uneg, upil, ataupun yang lainnya yang bersifat responsif. Saat ini Red-Letter Day sedang mencari-cari panggung yang bisa dijambrengi, membuat materi lagu-lagu yang lebih yahud, dan tidak lupa menabung untuk rekaman beneran ke depannya. Terimakasih kawan-kawan!

Related articles:

Red-Letter Day Releases New Single

Red-Letter Day berhasil merampungkan rekaman bertajuk "The Unloving Scene - Single" pada hari Minggu (1/11) dengan komposisi lagu "The Unloving Scene" yang merupakan lagu lama yang di-remake dari lagu dengan judul yang sama dari album "Discovering the Unknown - Live Recordings", lagu cover dari Saosin yang sangat legendaris yaitu "Seven Years", dan lagu baru berjudul (draft) "The Soloist" yang merupakan lagu berbahasa Indonesia (akhirnya).

Lagu-lagu di atas bisa didengarkan, dicerna, diserapi maknanya, dikritik, dan dijadikan ring back tone (yang ini ngibul kok) dengan mengakses profile page dari MySpace Red-Letter Day di sini. Single baru ini juga bisa diunduh tapi nanti lah ya belum sempet di-upload.

Untuk lagu barunya Red-Letter Day yang sebenernya belum ada judulnya, tapi berangkat dari draft lirik "The Soloist" dari buku sakti (baca: buku lirik) Red-Letter Day, berikut adalah liriknya.
"The Soloist"
Lirik oleh Dex Glennıza, musik oleh Greg Pamuwesa

Ini adalah pikiranku, ruang privasiku.
Tak ada yang mencampuradukkan ruang-ruang di dalamnya.
Tak ada yang bisa membantah isi dan nilai-nilainya.
Bukan untuk menyatakan salah atau benar.

Hanya pelampiasan...
dari hati yang telah rusak.

Hey!! Bajingan kau!
Ini adalah pikiranku, ruang privasiku.
Jangan panggil aku keras kepala.
Ini soal hati bukan kepala.
Lagipula ini kepalaku, bukan kepalamu.

Dengarkan jika ingin mendengarkan.
Bacalah jika ingin membaca.
Jangan bicarakan omong kosong tentang buka pikiran.
Isi dulu, isi dulu, isi kepalamu.

Hanya pelampiasan...
dari hati yang telah hancur.

Hey!! Bajingan kau!
Ini adalah pikiranku, ruang privasiku.
Jangan panggil aku keras kepala.
Ini soal hati bukan kepala.
Lagipula ini kepalaku, bukan kepalamu.

Placebo Akan Hebohkan Jakarta

Placebo Live In Concert
Istora Senayan, Jakarta. 16 Februari 2010. 20:00 WIB.

Awal 2010 rupanya JAVA Musikindo akan membuat para pecinta konser bertebaran euphoria, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan JAVA Musikindo sudah mengumumkan tiga konser dari tiga genre berbeda untuk periode bulan Januari sampai Februari 2010, yaitu Boys Like Girls yang rencananya akan diadakan pada hari Senin, 25 Januari 2010 di Tennis Indoor Senayan, dan Trivium yang InsyaAllah akan konser pada hari Kamis, tanggal 11 Februai 2010 juga bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Kali ini kebahagiaan milik pecinta musik brit alt-rock, pada 16 Februari 2010, Placebo akan dijadwalkan untuk tampil di Istora Senayan, Jakarta. Band asal London yang eksis sejak tahun 1994 tersebut memang sudah “diincar” oleh Adrie Subono sejak lama, bahkan berkali-kali lewat twitternya, beliau bertanya kepada para pecinta Placebo untuk meyakinkan JAVA Musikindo yang dipimpinnya memboyong Placebo untuk mengadakan konser di Jakarta.

Walaupun tidak dijadikan patokan utama, para pengguna twitter rupanya memberikan respon positif atas tweet tentang trio Brian Molko (Vokal/Gitar), Stefan Olsdal (Bass/Gitar) serta personil terbaru dan termuda mereka Steve Forrest (Drum). Placebo mempunyai enam album, "Placebo" (1996), "Without You I’m Nothing" (1998), "Black Market Music" (2000), "Sleeping with Ghosts" (2003), "Meds" (2006) dan yang terbaru "Battle for the Sun" yang rilis pertengahan 2009 lalu.

Dengan hits andalan mereka seperti "Every You Every Me", "Song to Say Goodbye", "The Bitter End" dan sederetan hits serta singles mereka sejak tahun 1995 sampai 2009 bisa dijadikan jaminan suguhan musik apik dengan suara dan gaya mereka yang unik.

Seperti penjualan tiket konser Boys Like Girls dan Trivium, untuk konser Placebo ini JAVA Musikindo juga akan mengadakan pre-sale ticket. Siapkan uang Anda, beli tiketnya dan bersiaplah menyaksikan salah satu band papan atas dunia dengan mata kepala Anda sendiri.

Info:
JAVA Musikindo
Plaza Mutiara lantai 2, suite 201.
Kawasan Mega Kuningan.
Jl. Lingkar Mega Kuningan kav. E 1-2, No. 1-2.
(021) 57988623/4/5

Boys Like Girls Pre-sale Tickets

Boys Like Girls Live In Concert
Tennis Indoor Senayan. 25 Januari 2010. 20:00 WIB.

Setelah minggu lalu menandatangai kontrak dengan pihak management grup band beraliran heavy metal, Trivium, JAVA Musikindo kini kembali merencanakan untuk mengadakan konser artis mancanegara lain. Boys Like Girls, grup band dengan aliran musik yang sangat berbeda dengan Trivium, juga telah menandatangani kontrak dengan pihak JAVA Musikindo. Konser Boys Like Girls InsyaAllah akan diselenggarakan pada awal tahun 2010 mendatang, tepatnya hari Senin tanggal 25 Januari 2010, jam 8 malam bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Dengan empat personilnya, Martin Johnson (vocal, guitarist), Bryan Donahue (bassist), John Keefe (drummer) dan Paul DiGiovani (guitarist), Boys Like Girls memilih emo-pop sebagai genre musik mereka. Grup band asal Amerika ini telah menghasilkan dua buah album, yaitu "Boys Like Gilrs" yang dirilis pada tahun 2006 dan "Love Drunk" di tahun 2009 ini. Lagu Boys Like Gilrs yang berjudul "Love Drunk" menjadi hits di beberapa radio dan juga MTV. "Love Drunk" mampu membuat para penggemarnya semakin menunggu kedatangan empat cowok ini.

Pre-sale tickets: 28 Oktober – 6 November 2009.
Rp. 245.000 (Tribune) & Rp. 295.000 (Festival).
Terbatas untuk 1000 tiket. Hanya di JAVA Musikindo, Radio Ardan Bandung (022-2033256 / 2034094),

Harga normal: Rp. 300.000 (Tribune) & Rp. 350.000 (Festival).


Info:
JAVA Musikindo
Plaza Mutiara lantai 2, suite 201.
Kawasan Mega Kuningan.
Jl. Lingkar Mega Kuningan kav. E 1-2, No. 1-2.
(021) 57988623/4/5

Trivium Pre-sale Tickets

Trivium Live In Concert
Tennis Indoor Senayan. 11 Februari 2010. 20:00 WIB.

Awal 2010 mendatang, JAVA Musikindo akan mendatangkan kembali artis-artis mancanegara untuk datang dan menghibur penggemarnya di Indonesia. Salah satu management band yang telah menandatangani kontrak dengan pihak JAVA Musikindo untuk mengadakan konser adalah Trivium. Grup band yang beraliran heavy metal ini InsyaAllah akan menggelar konsernya pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2010 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, jam 20.00 WIB.

Trivium terbentuk pada tahun 2000 dan telah beberapa kali berganti personil. Grup band asal Amerika dengan 4 personil ini telah mempunyai tempat di kalangan anak muda Jakarta. Sebut saja Travis Smith (drums, percussion), Paolo Gregoletto (bass, backing vocal), Corey Beaulieu (backing vocal, lead guitar, rhythm guitar) dan Matt Heavy (lead vocal, lead guitar, rhythm guitar), begitu juga dengan empat album yang telah mereka hasilkan, yaitu: "Ember to Inferno" (2003), "Ascendancy" (2005), "The Crusade" (2006) dan album "Shogun" (2008). Kita tunggu kedatangan grup band ini untuk hadir menghibur dan menyapa para penggemarnya di Jakarta.

Pre-sale tickets (hanya 1000 tiket):
Tribune Rp 185.000 dan Festival Rp 235.000, untuk pembelian mulai Selasa, 27 Oktober 2009 sampai Jum'at, 6 November 2009 dan selama persediaan masih ada.
Tiket dengan harga normal, Tribune Rp 245.000 dan Festival Rp 295.000, bisa didapatkan di ticket box seperti biasa mulai Sabtu, 7 November 2009.
Penjualan tiket pre-sale hanya di kantor JAVA Musikindo pada hari dan jam kerja (Senin – Jumat, jam 09.00 WIB – 17.00 WIB).

Info:
JAVA Musikindo
Plaza Mutiara lantai 2, suite 201.
Kawasan Mega Kuningan.
Jl. Lingkar Mega Kuningan kav. E 1-2, No. 1-2.
(021) 57988623/4/5

All Hail Jenson Button!

Jenson Button was absolutely delirious after a fantastic drive in Brazil brought him the fifth place points that he needed to cement his world championship. After a few wobbly races his was a fighting performance that made him a worthy champion. It also sealed the constructors’ championship for an emotional Ross Brawn, making his team, Brawn GP, the first in history to win the title in its first season.

It had been the drive of a champion, and the title was his. Fittingly it came at the same circuit at which, as a fresh-faced Williams driver in 2000, he secured his first-ever Formula One points. Congratulations Jenson!