Football Isn't Just a Game, But Sometimes It's a Joke

Ternyata sepak bola lebih dari sekedar permainan, ataupun beberapa pakar baru-baru ini menilai bahwa sepak bola adalah bisnis, namun bagi saya, sepak bola adalah kelakar & lelucon. Mau tahu kenapa? Inilah kumpulan lelucon dari Piala Dunia...

BBC merayakan Piala Dunia Afrika Selatan dalam tayangan awal gambar-gambar Kilimanjaro (Tanzania), Victory Falls (Zimbabwe/Zambia), gorila (Afrika Tengah), dan gurun pasir (Padang Sahara). Ini sama saja dengan menggambarkan Piala Dunia di Inggris dengan menampilkan Menara Eiffel sebagai tampilan pembuka. Goblok!

Carilah arti kata "football" di kamus Amerika Serikat. Eh, mungkin yang kamu maksud adalah "soccer"? Sampai-sampai pers mereka bingung bagaimana cara menghitung skor pertandingan sepak bola. Hal ini terjadi saat timnas Amerika Serikat berhasil "mengalahkan" Inggris 1-1.

Pembuat Jabulani, Adidas, menekankan bola itu tidak bermasalah dan satu-satunya yang harus disalahkan untuk kejadian yang menimpa Robert Green adalah,
well, Robert Green sendiri.

Hari buruk untuk Philippe Senderos, yang mengalami cedera, setelah mengganjal rekan setimnya.

Hari buruk juga untuk Harry Kewell, yang diusir wasit dalam pertandingan melawan Ghana karena menahan dengan tangan bola yang hampir gol dari Jonathan Mensah. Ia kemudian mencoba memperdaya wasit dengan aksi psikologi ajaib dengan mengarahkan wasit untuk melihat layar besar dan membuktikan bahwa ia tidak
handball, padahal yang ditayangkan adalah adegan dirinya jelas menyentuh bola dengan tangan.

Setelah penampilan gagah berani melawan Brazil, otoritas Korea Utara menyiarkan laga kontra Portugal, siaran langsung pertama di negara paling tertutup di dunia! Mereka kalah 0-7. Namun siaran langsung dihentikan pada saat kedudukan 0-5, dan muncullah sebuah tulisan, "
Full time: Korea Utara takluk dari Portugal 5-0". Luar biasa.

Usulan libur nasional agar semua warga New Zealand bisa menyaksikan laga kunci tim Kiwi melawan Paraguay, ditolak.

Seorang komentator ulung, Clive Tyldesley mengomentari satu hal yang ia tidak pahami selama lagu kebangsaan Spanyol diperdengaran saat pertandingan mereka yang menentukan melawan Cili: "Tidak sepatah kata pun dinyanyikan... para pemain sadar mereka harus menang". Ada alasan bagus melakukan itu, Clive: lagu kebangsaan Spanyol tidak memiliki lirik.
Well.

The New York Post mengubah pendapatnya setelah Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia. Mereka menampilkan headline: "Ini kan olah raga bodoh". Soccer!

Diego Maradona tidak khawatir sama sekali sebelum partai pamungkas perempat final melawan Jerman. Alasannya: karena ia tahu jika Tuhan adalah seorang fan Argentina. "Kami tak perlu Tangan Tuhan karena ini kehendak tuhan, Tuhan menginginkan Argentina ke final Piala Dunia". Tuhan membalas: "Enak aja lu!".

Pelatih Ghana, Milovan Rajevac, masih memendam amarah pada aksi "Tangan Tuhan" Luis Suarez, "Tangan Tuhan apa? Itu tangan setan!".

Menjelang partai semifinal Jerman melawan Spanyol, ketiga cabang toko pakaian Strenesse di Muenchen kehabisan sweater warna biru, sweater yang biasa dipakai pelatih Jerman, Joachim Low di setiap pertandingan Jerman di Piala Dunia.

Para fan menyemangati tim mereka dengan spanduk "Kami mencintai para pecundang!" dalam perebutan perebutan posisi ke tiga. Sepertinya mereka sudah tahu bahwa pertandingan ini memang lebih menarik daripada pertandingan perebutan juara pertama.

Pada pertandingan final, para fan Inggris menampilkan satu spanduk bertuliskan "Tak dapat bermain, dapat mewasiti" sebagai penghormatan untuk wasit Inggris di peertandingan final, Howard Webb. Dasar, Inggris.
Favorit saya:
Lelucon Honda... Harry Redknapp: "Kami ingin membawa Honda ke Tottenham, namun CSKA Moscow hanya mau menukarnya dengan Bentley. Kami pikir itu bukan pertukaran yang bagus. Masak sebuah Bentley ditukar Honda!"

Lelucon-lelucon di atas saya ambil dari FourFourTwo.

0 comments: